BREAKING

Sungai Meluap Akibat Hujan Deras, 20 Hektar Sawah di Malai V Suku Timur Rusak dan Gagal Panen

Sawah yang terdampak akibat luapan sungai di lagan condong


Lantera, Batang Gasan — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, pada Senin malam (7/9/2026) menyebabkan sungai di Korong Lagan Condong meluap. Air bah merendam hamparan sawah petani dan merusak tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi warga setempat.

 

Wali Nagari Malai V Suku Timur, Ramadanasri, A.Md.Kom., saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (8/9/2026) menyampaikan bahwa banjir luapan sungai tersebut telah merendam lahan pertanian seluas sekitar 20 hektar. Kondisi ini menyebabkan tanaman padi yang sudah mulai tumbuh mati, sehingga para petani dipastikan gagal panen.

 

"Sungai meluap ke sawah petani dan merusak tanaman di Korong Lagan Condong, Nagari Malai V Suku Timur. Sawah yang terdampak kurang lebih 20 hektar dan dipastikan gagal panen," ungkap Ramadanasri.

Wali nagari malai v suku timur saat mensurvei warga dan lahan yang terdampak luapan sungai di lagan condong

 

Selain kerusakan lahan pertanian, banjir juga membawa kabar yang lebih memilukan bagi sebagian warga. Dari laporan yang diterima, sejumlah ternak milik warga seperti kerbau dan sapi dilaporkan terbawa arus deras saat sungai meluap. Hingga saat ini, pihak nagari belum dapat memastikan jumlah kerugian secara pasti karena masih mendata dampak yang terjadi.

 

"Untuk jumlah kerugian secara keseluruhan belum bisa dikalkulasikan, karena kami masih mengumpulkan data dari warga yang terdampak langsung," jelasnya.

 

Musibah ini tentu sangat berat dirasakan oleh para petani, mengingat hasil panen dari lahan pertanian tersebut merupakan tumpuan utama penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, warga sangat berharap pemerintah yang berwenang segera menanggapi dan menangani permasalahan ini, baik dalam bentuk bantuan maupun penanganan jangka panjang.

 

Harapan terbesar yang disampaikan warga adalah pelaksanaan normalisasi sungai di wilayah tersebut. Selama ini, sungai yang semakin dangkal dan sempit menjadi penyebab utama setiap kali hujan deras turun, air langsung meluap ke daratan dan merendam lahan pertanian.

 

"Harapan masyarakat, agar segera dilakukan normalisasi sungai, karena hanya dari sinilah penghasilan petani yang bisa diharapkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika sungai tidak dinormalisasi, setiap musim hujan hal seperti ini akan terus berulang dan merugikan kami," pungkas Ramadanasri.

 

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait musibah banjir tersebut. Warga dan petani di Korong Lagan Condong pun masih menunggu perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.*(Afril)

 

 

 

#Banjir_Padang_Pariaman #Malai_V_Suku_Timur #Sawah_Rusak #Gagal_Panen

Posting Komentar