Endarmy Tekankan Peran Strategis Pemuda: Gandang Tasa Harus Bergerak Sebagai Gerakan Bersama
![]() |
| Endarmy, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Doc. Lantera) |
Menurut Endarmy, menjaga warisan seperti Gandang Tasa tidak boleh hanya menjadi tugas segelintir orang saja. “Pelestarian budaya harus tumbuh menjadi gerakan bersama, agar nilai-nilai luhur di dalamnya tetap hidup, berakar, dan terus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.
Ia menempatkan generasi muda sebagai pihak yang paling menentukan kelangsungan kesenian ini. “Anak muda memegang peran strategis sebagai penerus sekaligus pembawa nama Gandang Tasa ke ruang yang lebih luas — asalkan tetap berpegang teguh pada jati diri dan nilai aslinya,” tegasnya.
Selain Endarmy, diskusi juga diisi Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar Devid, S.STP; penggagas acara Budi Ramadhon; akademisi Susandrajaya, S.Sn., M.Sn.; serta pamong budaya Suhendri, S.Pd., M.Sn., dan dipandu oleh M. Yusuf.
Budi Ramadhon menambahkan bahwa festival ini disiapkan bukan sekadar tempat pertunjukan, melainkan ruang belajar sekaligus wadah mencetak penerus baru. “Jangan sampai generasi muda terpisah dari budayanya sendiri. Mereka harus ikut terlibat langsung agar Gandang Tasa terjaga dan bisa diwariskan kembali,” jelasnya.
Secara keseluruhan, forum ini menegaskan satu pesan pokok: menjaga identitas daerah adalah tanggung jawab bersama pemerintah, komunitas seni, sekolah, hingga seluruh lapisan masyarakat.*(Afril)
#Endarmy #DPRD_Provinsi_Sumatera_Barat #Gandang_Tasa_2026 #Pelestarian_Budaya #Generasi_Muda #Kota_Pariaman
