BREAKING

Kinerja Keuangan dan Ekonomi Padang Pariaman 2025 Tetap Positif di Tengah Berbagai Tantangan

LKPJ Bupati Tahun 2025
Bupati yang di Wakili Sekda saat Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2025 (doc. Lantera) 
lantera.co.id, Padang Pariaman — Kondisi keuangan dan pembangunan Kabupaten Padang Pariaman pada Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kinerja yang cukup baik, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan. Hal tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman yang diwakili oleh Sekda Rudy Repenaldi, S.STP, MM dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam sidang resmi DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis (12/3/2026).

 

Secara keseluruhan, target pendapatan daerah yang ditetapkan sebesar Rp1.382.388.487.709,06 terealisasi mencapai Rp1.393.989.924.755,42. Meskipun demikian, angka ini mengalami penurunan sebesar 2,34 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp1.427.456.037.285,43.

 

Pendapatan daerah bersumber dari tiga kelompok utama. Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp176.741.930.578,00 dan terealisasi Rp174.089.709.025,42 atau 98,49 persen, dengan catatan positif meningkat 20,28 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi Rp1.215.900.215.730,00 atau 101,18 persen dari target, meski turun 5,21 persen dibanding 2024. Terdapat pula penerimaan lain berupa dana darurat pascabencana yang tidak ada pada tahun anggaran sebelumnya.

 

Di sisi belanja, pemerintah daerah menetapkan alokasi sebesar Rp1.420.388.030.413,60 dan berhasil merealisasikannya sebesar Rp1.329.965.904.978,00 atau setara 93,63 persen. Rinciannya: belanja operasi terealisasi 93,86 persen, belanja modal 91,85 persen, belanja tidak terduga 51,43 persen (sebagian besar digunakan untuk penanganan bencana), dan belanja transfer mencapai 95,93 persen. Selisih antara pendapatan dan belanja menimbulkan defisit sebesar Rp37.999.542.704,54 yang kemudian ditutup melalui skema pembiayaan daerah.

 

Pada kesempatan yang sama, Rudy menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang berjalan baik sepanjang tahun 2025 berdampak nyata pada perbaikan indikator makro pembangunan daerah.

 

“Dari enam indikator utama yang menjadi tolok ukur kemajuan daerah, semuanya menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia naik dari 74,90 pada 2024 menjadi 75,71 di tahun 2025. Angka kemiskinan berhasil ditekan turun sebesar 5,86 persen, sementara tingkat pengangguran berkurang dari 6,59 persen menjadi 6,48 persen.

 

Di sisi ekonomi, pertumbuhan kita tercatat sebesar 1,74 persen, diiringi kenaikan pendapatan per kapita dari Rp58,69 juta menjadi Rp59,49 juta atau naik 1,36 persen. Bahkan ketimpangan pendapatan di masyarakat pun berhasil dikurangi sebesar 0,25 persen. Ini bukti bahwa setiap rupiah yang dikelola dapat memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga Padang Pariaman,” jelasnya.

 

Bupati menegaskan capaian ini menjadi bukti pengelolaan keuangan yang tetap terjaga, sehingga kemajuan di berbagai sektor dapat terus dirasakan masyarakat meski dihadapkan pada tantangan penurunan pendapatan dan dampak bencana alam.*(Afril)

#LKPJ_2025 #Keuangan_Daerah #Ekonomi_Padang_Pariaman #Indikator_Pembangunan #Kesejahteraan_Masyarakat #Padang_Pariaman #DPRD_Kabupaten_Padang_Pariaman

Posting Komentar