Raih Suara Terbanyak, Ramadanasri Pimpin Malai V Suku Timur
![]() |
| Ramadanasri, Wali Nagari Malai V Suku Timur Periode 2026-2034 (doc.Afril) |
lantera.co.id, Padang Pariaman — Pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari atau Pilwana Serentak Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada Sabtu (27/6/2026) menjadi babak baru dalam perjalanan kepemimpinan di Nagari Malai V Suku Timur. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara yang telah disahkan, Ramadanasri berhasil mengamankan kemenangan setelah memperoleh dukungan paling dominan dari seluruh warga setempat.
Maju dalam kontestasi dengan nomor urut 3, figur yang sebelumnya dikenal telah mengabdi sebagai Wali Korong Malai Mudo ini berhasil mengumpulkan sebanyak 449 suara. Jumlah tersebut setara dengan 36,3 persen dari total keseluruhan 1.236 surat suara sah yang tercatat sebagai wujud aspirasi masyarakat dalam pemilihan kali ini.
Berkat perolehan suara tersebut, Ramadanasri berhasil mengungguli tiga calon pesaing lainnya. Dengan mandat yang telah dipercayakan kepadanya, ia dipastikan akan memimpin Nagari Malai V Suku Timur selama masa bakti delapan tahun ke depan, yakni terhitung mulai tahun 2026 hingga 2034.
Menyikapi amanah besar yang kini dipikulnya, Ramadanasri menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang mendalam kepada segenap lapisan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nagari. Ia pun menekankan pentingnya mengakhiri persaingan dan mengubur segala perbedaan pilihan demi mewujudkan kemajuan bersama.
“Terima kasih yang sebesar‑besarnya saya ucapkan kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanah ini. Proses demokrasi telah usai, kini saatnya kita kembali bersatu. Mari ke depan kita bersama‑sama bergandengan tangan untuk membangun nagari ini agar lebih maju, tidak ada lagi kubu‑kubuan, kini kita menatap dan berkomitmen membangun nagari ke depan sesuai dengan visi dan misi yang telah kita rencanakan,” ungkap Ramadanasri dalam keterangannya.
Setelah penetapan hasil pemilihan disahkan, kedewasaan berpolitik masyarakat pun diuji untuk menerima keputusan demokrasi secara lapang dada. Perbedaan pandangan yang muncul selama masa kampanye dipandang sebagai dinamika yang wajar dalam sebuah kontestasi, namun tetap harus didahulukan dengan menjaga keutuhan tali silaturahmi.
Filosofi adat Minangkabau “Biduak lalu, kiambang batauik” menjadi cerminan yang tepat untuk situasi pasca‑pemilihan ini. Artinya, segala sekat dan kerenggangan yang mungkin timbul akibat perbedaan pilihan politik diharapkan segera melebur kembali, sehingga semangat kekeluargaan dan kebersamaan di tengah masyarakat tetap terjaga utuh.
Secara keseluruhan, rangkaian proses pemilihan mulai dari pencoblosan hingga penghitungan dan penetapan hasil berjalan dengan aman, tertib, serta kondusif tanpa kendala berarti. Kini, harapan dan ekspektasi besar masyarakat bertumpu pada kepemimpinan Ramadanasri, agar dapat mewujudkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta membawa kemajuan yang nyata dan berkelanjutan bagi Nagari Malai V Suku Timur.*(Afril)
#Pilwana_Serentak_2026
#Wali_Nagari_Terpilih
#Malai_V_Suku_Timur
