Siswa MAN 3 Padang Pelajari Merakit Bom Lewat YouTube untuk Balas Bullying
![]() |
| Personel Brimob Polda Sumbar berjaga dilokasi ledakan yang diduga berasal dari Bom rakitan siswa MAN 3 kota padang (doc. Red) |
Lantera, Padang – Kepolisian Resor Kota Padang mengungkap fakta mengejutkan terkait siswa berinisial RF yang diduga membawa dan meledakkan bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui mempelajari cara merakit bahan peledak secara mandiri melalui internet dan platform YouTube.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, membenarkan bahwa keempat bom yang dibawa RF ke sekolah dirakit sendiri oleh pelaku. "Ia belajar merakit bom lewat internet dan YouTube," ujar Apri kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa (14/7/2026).
Peristiwa ledakan itu terjadi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Polisi menduga pelaku sengaja meledakkan bom tersebut dengan tujuan mencelakai teman sekelasnya yang diduga kerap melakukan perundungan atau bullying kepadanya.
Sebelum berangkat ke sekolah, RF terlebih dahulu menyiapkan empat unit bom rakitan dari rumah. Bahan peledak itu terdiri dari bom molotov, bom rakitan berisi mesiu, serta perlengkapan pendukung seperti kelereng. "Anak ini sudah menyiapkan empat bom rakitan dari rumah. Tujuannya untuk mencelakai teman sekelasnya yang diduga sering membully dia," jelas Apri.
Selanjutnya, RF membawa seluruh bom rakitan tersebut tersembunyi di dalam tas sekolahnya. Sesampainya di lingkungan madrasah, ia meletakkan satu unit bom di atas meja yang berada di luar ruang kelas XII IPS 7. Posisi meja itu tepat berada di samping dinding kelas dan berdekatan dengan tempat duduk teman yang diduga menjadi sasaran utamanya.
Sekitar pukul 10.15 WIB saat jam istirahat berlangsung, RF kembali ke lokasi tersebut. Ia kemudian memantik sumbu bom menggunakan mancis hingga benda itu meledak. "Bom itu dipantik menggunakan mancis saat jam istirahat sekitar pukul 10.15 WIB," ungkap Apri.
Meski tergolong bahan peledak berdaya ledak rendah atau low explosive, peristiwa itu tetap memicu kepanikan di kalangan warga sekolah karena asap tebal sempat membubung dari lokasi kejadian. Sementara itu, tiga bom lainnya yang belum diledakkan berhasil diamankan Tim Gegana Polda Sumatera Barat dari dalam tas milik pelaku.
Dari pantauan di lokasi, ledakan meninggalkan bekas gosong pada permukaan meja dan dinding luar ruang kelas XII IPS. Bau mesiu pun masih tercium jelas saat Tim Gegana beserta Tim Inafis melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Meja yang menjadi lokasi ledakan dan tas berisi sisa bom rakitan telah disita sebagai barang bukti.
Hingga kini penyidik masih mendalami kemungkinan adanya bahan peledak lain yang mungkin disimpan pelaku di lokasi berbeda. "Saat ini masih kami lakukan pendalaman," kata Apri.
Akibat peristiwa tersebut, seluruh siswa sempat dipulangkan sementara demi alasan keamanan. Setelah tim gabungan menyatakan lokasi sudah steril, siswa diperbolehkan kembali mengambil barang-barang pribadi yang tertinggal di kelas. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.*(Redaksi)
#Bom_Rakitan_Di_MAN_3_Padang
#Kasus_Perundungan_Di_Sekolah
#Kapolresta_Padang_Ungkap_Fakta
