Capai 89,85%, Komisi IV Sorot Lima Catatan Kinerja Disparpora
![]() |
| Rapat gabungan seluruh komisi DPRD Padang Pariaman dengan eksekutif (doc. Red) |
lantera.co.id, Padang Pariaman – Setelah menyelesaikan rapat internal serta sidang dengar pendapat maraton bersama tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja, Komisi IV DPRD Padang Pariaman juga merujuk pada pemaparan data keuangan makro Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan perwakilan Bupati pada 12 Maret lalu. Dari data tersebut tercatat target pendapatan daerah sebesar Rp1.382.388.487.709,06 berhasil terlampaui hingga mencapai Rp1.393.989.924.755,42 atau 100,83%. Sementara di sisi belanja, dari target Rp1.420.388.030.413,60, realisasi penyerapan mencapai Rp1.329.965.904.978,00 atau setara 93,63%.
Dalam rapat gabungan seluruh komisi DPRD bersama pihak eksekutif pada Rabu (8/4/2026), Juru Bicara sekaligus perwakilan pimpinan Komisi IV DPRD Padang Pariaman kemudian menyampaikan sejumlah catatan khusus terhadap kinerja Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora).
Sebagai perangkat daerah yang mengelola urusan pariwisata, pemuda, dan olahraga, Disparpora telah menjalankan 8 program serta 19 kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp7.970.590.642,00. Adapun realisasi penyerapan anggarannya mencapai Rp7.161.818.216,00 atau rata-rata sebesar 89,85%.
Meskipun penyerapan berjalan cukup baik, juru bicara Komisi IV menegaskan adanya sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan ke depannya. "Kami meminta Disparpora lebih giat melakukan pembinaan ekonomi kreatif bagi generasi muda, khususnya dalam pengembangan talenta digital, kewirausahaan, dan inovasi. Selain itu, setiap acara yang diselenggarakan harus direncanakan dengan matang agar benar-benar berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mendesak penyusunan perencanaan promosi yang lebih komprehensif untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Padang Pariaman. Terkait pelaksanaan event Pacuan Kuda yang telah berjalan, Komisi IV menilai acara tersebut belum menyentuh atau mengangkat pelaku UMKM setempat akibat pengaturan lokasi yang belum terkelola dengan baik. Oleh karena itu, aspek pengelolaan tempat dan keterlibatan pelaku usaha mikro harus menjadi perhatian utama di pelaksanaan mendatang.
"Terakhir, kami menyoroti minimnya pembinaan pemuda dan olahraga, yang terlihat dari masih terbatasnya prestasi yang diraih oleh pemuda Padang Pariaman di bidang olahraga. Hal ini tentu perlu penanganan lebih serius agar potensi yang ada dapat berkembang secara maksimal," tegas juru bicara Komisi IV.*(Redaksi)
#Kinerja_Disparpora_Padang_Pariaman
#Pembinaan_Pemuda_Dan_Olahraga
#Pengembangan_Wisata_Dan_UMKM
#Komisi_IV_DPRD_Padang_Pariaman
