BREAKING

Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN Demi Pengobatan, Tetap Diminta Awasi Kinerja

Kepala BGN Nanik yang baru di lantik Presiden pada bulan Juni yang lalu, mundur dengan alasan Kesehatan (doc. Red)

Lantera, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini diumumkan melalui unggahan media sosial Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Rabu (22/7/2026).

 

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza.

 

Dirgayuza yang sudah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 menilai sosoknya adalah orang yang tak bisa berdiam diri melihat ketidakadilan maupun kesulitan yang dialami orang lain.

“Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” tambahnya.

 

Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, BGN telah mengevaluasi sebanyak 28.000 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 3.000 dapur telah dikelompokkan ke dalam klasifikasi A, B, dan C berdasarkan kualitas serta keamanan pangan yang disajikan.

 

Melalui akun Facebook pribadinya Naniek Sudaryati Deyang, Nanik sendiri menjelaskan alasan langkah tersebut diambil. Ia meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani perawatan medis di luar negeri.

 

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat,” ujarnya.

 

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju,” tambahnya.

 

Ia mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden. Meski permohonan itu disetujui, Prabowo memintanya tetap terlibat dalam mengawasi kinerja lembaga tersebut melalui pembentukan dewan pengawas.

 

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” lanjutnya.

 

“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” ujarnya lagi.

 

Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung jalannya pemerintahan. Terkait berbagai tuduhan yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermuatan politik, ia meluruskan hal tersebut. Program ini, katanya, semata-mata merupakan langkah pendukung upaya besar negara melahirkan Generasi Emas Indonesia.

 

“Kalau untuk tujuan politis , yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” jelasnya.

 

“Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” jelasnya.*(Redaksi)

 

 

 

#Nanik_S_Deyang #Badan_Gizi_Nasional #Makan_Bergizi_Gratis #Prabowo_Subianto

 

Posting Komentar