Perkuat Budaya Siaga, Pemkab Padang Pariaman Resmi Kukuhkan Program Bundo Tangguh Bencana
![]() |
| Pengukuhan Bundo Tangguh Bencana (BUNTANA) di Hall IKK Parit Malintang (doc. Afril) |
Lantera, Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkokoh upaya menanamkan budaya siaga bencana di tengah masyarakat, salah satunya melalui pengukuhan program Bundo Tangguh Bencana atau disingkat BUNTANA. Inisiatif yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini menempatkan kaum perempuan sebagai penggerak utama kesiapsiagaan mulai dari lingkungan keluarga hingga ke tingkat masyarakat luas.
Pengukuhan BUNTANA dilaksanakan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Hall IKK Parik Malintang pada Selasa (28/7/2026), dihadiri sebanyak 117 peserta yang meliputi Kepala Perangkat Daerah, Ketua Unit Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Ketua PKK se-Kecamatan. Kegiatan ini pun menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap melanda wilayah Padang Pariaman.
Dalam arahannya, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa ketangguhan menghadapi bencana mesti dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Terkait hal itu, perempuan memegang peran yang sangat vital karena mereka merupakan pendidik pertama bagi anak-anak, pengelola rumah tangga, sekaligus pengambil keputusan yang sigap saat situasi darurat terjadi.
“Melalui BUNTANA, kita ingin melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga dan masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menambahkan bahwa Padang Pariaman adalah salah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Pengalaman menghadapi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang sepanjang tahun 2025 lalu menjadi pengingat nyata bahwa kesiapsiagaan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Pada kesempatan bersejarah itu, pemerintah daerah secara resmi mengukuhkan tiga tokoh perempuan sebagai Bundo Tangguh Bencana, yaitu Ny. Nita Christanti Azis dari TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Resty Yulandari Rahmat dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Ny. Reni Hendra Aswara dari Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman Emri Nurman menjelaskan bahwa program BUNTANA disusun secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan perempuan dalam melakukan mitigasi hingga penanganan bencana. Selain memperkokoh kesiapsiagaan di lingkungan keluarga, program ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif perempuan di tingkat nagari maupun kecamatan guna mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi segala risiko bencana.
“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Perempuan memiliki posisi strategis untuk menanamkan pengetahuan dan perilaku siaga bencana di lingkungan keluarga,” tegas Emri Nurman.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Supriyadi, S.Tr., Geof., serta perwakilan Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Sumatera Barat, Patra Rina Dewi, S.Si., M.Sc. Keduanya memberikan pembekalan mendalam terkait mitigasi bencana, pengenalan ancaman hidrometeorologi dan gempa bumi, serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang bisa diterapkan sehari-hari oleh masyarakat.
Acara ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran mereka semakin menegaskan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat budaya sadar bencana dengan menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama ketahanan keluarga.*(Afril)
#Buntana #Siaga_Bencana #Padang_Pariaman #Pemberdayaan_Perempuan
